Beranda / LINTAS PROVINSI / Diduga Terjadi Penyalahgunaan Solar Subsidi, Dua Truk Lakukan Pengisian Berulang di SPBU 44.501.16

Diduga Terjadi Penyalahgunaan Solar Subsidi, Dua Truk Lakukan Pengisian Berulang di SPBU 44.501.16

Sorotnegri.id – Kota Semarang, – Aktivitas penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar diduga terjadi di SPBU 44.501.16 yang berlokasi di Jl. Pengapon, Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Selasa (21/04/2026).

Saat awak media mendatangi lokasi, terlihat dua unit mobil truk yang diduga tengah melakukan pengisian BBM jenis solar secara berulang.

Salah satu pengemudi truk dengan nomor polisi AD 9379 AM, yang mengaku bernama Bambang, membenarkan adanya praktik pengisian berulang tersebut. Ia mengaku telah melakukan pengisian sebanyak tiga kali, dengan nominal sekitar Rp400 ribu setiap kali pengisian.

“Sudah tiga kali isi, satu kali sekitar Rp400 ribu,” ungkap Bambang kepada awak media.

Lebih lanjut, Bambang menyebutkan bahwa solar yang dibelinya tersebut akan dibawa ke sebuah gudang yang berada di wilayah Solo. Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diduga berada di bawah kendali seseorang bernama Luki.

Saat ditanya terkait lokasi SPBU yang digunakan untuk pengisian, Bambang menyatakan bahwa pengisian bisa dilakukan di mana saja, dengan syarat mengganti nomor polisi kendaraan dan barcode.

“Di mana saja bisa, yang penting ganti nomor polisi sama barcode,” tambahnya.

Selain truk yang dikemudikan Bambang, awak media juga menemukan satu unit truk lainnya dengan nomor polisi AD 8707 RA. Namun, pengemudi truk tersebut enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

“Sama saja, ini juga milik Luki,” ujar pengemudi yang mengaku bernama Nana.

Dari hasil penelusuran di lapangan, awak media juga mendapati puluhan pelat nomor kendaraan yang diduga digunakan untuk melancarkan praktik pengisian BBM subsidi secara ilegal.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, seorang pria yang diduga bernama Luki tidak memberikan jawaban yang jelas. Ia justru melontarkan pernyataan normatif yang terkesan menghindar.

“Kita sama-sama di lapangan, cari rezeki dan saudara, maunya seperti apa,” ucapnya.

Sikap tertutup juga ditunjukkan oleh pihak yang mengaku sebagai pengawas SPBU. Seorang pria bernama Reynaldi mendatangi awak media di lokasi dan terkesan melakukan intervensi.

“Kalian darimana, tujuan kalian apa? Kalau ada pertanyaan hubungi saya,” ucapnya sambil memberikan nomor telepon.

Namun ironisnya, hingga berita ini diterbitkan, Reynaldi belum memberikan jawaban atas sejumlah pertanyaan konfirmasi yang telah diajukan.

Hingga berita ini diteebitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU maupun aparat penegak hukum terkait dugaan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.

(Tim liputan)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *